PAMEKASAN, MaduraPost - Pada kontestasi Pilkades serentak yang akan digelar pada bulan April 2022 mendatang, ada 78 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Pamekasan yang masa jabatannya telah berakhir pada (14/12) kemaren dan diganti oleh Pejabat Kepala Desa (Pj Kades) dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kini hal tersebut menuai polemik ditengah-tengah masyarakat. Sebab, informasinya ada 7 Pj Kades yang diangkat atau ditetapkan oleh Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan Baddrut Tamam itu ASN dari unsur Guru.

Salah satu diantara ke 7 Pj Kades yang menjadi polemik itu adalah Pj Kades di Desa Waru Barat. Dimana dalam pengangkatannya itu diduga sarat manipulasi dan nepotisme.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Pj Kades Waru Barat Ahmad Safiudin Suhri yang sejatinya merupakan Guru Olah Raga PNS di di Kecamatan Batumarmar itu adalah saudara orang tua atau Paman dari Ahmad Baihaki (Bacakades Waru Barat) dan lokasi rumahnya satu halaman dengan Bacakades tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Abdus Marhaen Salam selaku Aktivis kawakan di Pamekasan angkat bicara, ia mengatakan, kebijakan Bupati tersebut sepertinya berselimut kepentingan dan manipulatif serta telah menodai dunia pendidikan.