PAMEKASAN, MaduraPost - Dugaan konspirasi jahat oknum Anggota DPRD Pamekasan dengan PT Djarum untuk menggagalkan aksi paguyuban Petani dan bandul tembakau beberapa waktu lalu mulai tercium.
Hal tersebut berawal dari tidak hadirnya salah satu pihak dari dua PT. Kuasa Pembelian Tembakau yang menjadi target aksi dalam pertemuan dengan dua orang penanggung jawab aksi di Polres Pamekasan.
Anggota Kepolisian yang menjadi fasilitator pertemuan tersebut mengatakan bahwa informasi yang didapat dari PT Djarum mengatakan bahwa aksi gagal karena sudah dikondisikan oknum anggota DPRD Pamekasan berinisial AD.
menurut Ketua Paguyuban Petani se-Madura sekaligus Korlap Aksi Mohammad Munir, kalau dirinya dan sejumlah tokoh masyarakat khususnya para petani tembakau di Pamekasan terkejut, geram dan kecewa terhadap informasi dan pengakuan dari pihak Kepolisian tersebut.
"Sejak mendapatkan informasi dan pengakuan langsung dari pihak Kepolisian itu, kami sampai detik ini masih merasa kaget, geram dan sangat kecewa kepada oknum anggota DPRD Pamekasan yang telah memperjualbelikan rencana gerakan kami ke PT Djarum itu," Katanya, Selasa (21/9/2021).