Dia juga bercerita, jika dulu, sesuai pengalaman tahun 2020 lalu, ditegaskan bagi santri yang positif Covid-19 dan butuh perawatan maka diberi pilihan, yaitu antara dirawat di Ponpes atau di rumah saja.

"Kalau memilih dirawat di pondok maka dirawatnya bukan di rusunawa itu, tapi di pondok kesehatan pesantren (Ponkestren), dengan tenaga medis dari santri yang sudah dilatih dan dibawah pengawasan Puskesmas Guluk-Guluk. Jika dibutuhkn rujukan lanjutan, maka dikirim ke rumah sakit umum Sumenep," urai Kiyai Hazmi, dalam ceritanya.

Dia menuturkan, setiap tindakan yang diambil tim Satgas Covid-19 Annuqayah, harus merujuk dan mengikuti keputusan dewan pengasuh Ponpes Annuqayah.

"Sehingga setiap keputusan kami, pasti sudah mempertimbangkan segala aspek," timpalnya.

Diketahui, anggota tim Satgas Covid-19 Annuqayah diantaranya Kiyai Hazmi Basyir, Kiyai Syalahuddin A. Warids, Kiyai Naqib Hasan, Kiyai Husnan, Kiyai Ubaid Tsabit, dan dibantu oleh tenaga pelaksana teknis lainnya.