SUMENEP, MaduraPost - Anggota tim satuan tugas (Satgas) Covid-19 Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, merespon pernyataan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timu, saat memberikan statemen pondok pesantren (Ponpes) Annuqayah akan dijadikan tempat ruang isolasi pasien Covid-19.
Kiyai Hazmi Basyir, anggota tim Satgas Covid-19 Annuqayah mengungkapkan, apabila bangunan yang disebut akan digunakan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19 jaraknya beberapa ratus meter dari kompleks Ponpes Annuqayah.
"Di Annuqayah itu ada bangunan rusunawa, lokasinya sekitar 500 meter dari kompleks pondok. Berada di selatan area kampus Instika," ucap kiyai yang akrab disapa Kiai Hazmi Latee itu, saat dikonfirmasi media melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya, Rabu (7/7).
Dia menjelaskan, jika tahun 2020 lalu bangunan rusunawa itu disewa Bina Sehat Jakarta yang bekerjasamanya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk penanganan pasien Covid-19 khusus pabrik gudang garam Sumenep.
"Kontrak kerjasamanya dengan pesantren Annuqayah. Saat ini memang kontraknya belum habis, jadi mereka menggunakan sisa waktu yang masih tersedia. Syarat pasien yang dirawat di gedung tersebut adalah pasien dengan gejala ringan, tapi tidak bisa isolasi mandiri. Kalau mau isolasi mandiri, ya harus di rumahnya," terang putra KH. Basyir ini.