Dia menilai, terkait ujaran kebencian yang dilakukan salah satu oknum di media sosial agar mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Kami berharap, laporan yang sudah masuk di Sumenep" class="inline-tag-link">Polres Sumenep untuk di kawal dan proaktif sampai tuntas sehingga nanti ketemu, siapa yang melakukan dan harus bertanggung jawab," tuturnya.
"Pada intinya kiyai kami adalah figur kita semua. Kiyai kami sangat menghargai dan menghormati. Kalau memang benci kepada kita jangan melakukan seperti itu. Jadi kita serahkan ke proses hukum yang berjalan. Harapan mudah-mudahan ini terlaksana. Kalau pun ini tidak terlaksana dengan baik dan tidak menemukan titik terang, maka kami akan bergerak se-Nusantara," tambahnya.
Selain melaporkan ke polisi, pihaknya meminta simpatisan di semua elmen masyarakat untuk menyatukan kekuatan. Sebab, lanjutnya, ulama adalah salah satu pewaris para nabi.
"Oleh karena itu, kita harus menjaga untuk bermedia sosial, hal-hal yang tidak baik jangan di posting, agar tercipta sesuatu yang baik. Jelas, di akun Facebook itu mengatakan bahwa kiyai kami sesat. Jadi akun ini kami laporkan. Kalau dilihat ini adalah akun anonem, fotonya seorang perempuan, dan menggunakan bahasa daerah Kepulauan Sumenep, pungkasnya.