Menurutnya, baik itu di kota, maupun di desa mereka dilahirkan seakan tidak mempunyai harapan lagi. Sehingga, hal itu menuntut para pemuda hijrah dari kampung halamannya.

"Karena tinggal di desa sudah tidak ada harapan, akhirnya merantau. Bukan tidak mungkin mereka juga ingin mempunyai pekerjaan di kota sendiri, dekat dengan keluarga," katanya, saat dikonfirmasi media ini, Selasa (29/6).

Hairul menjelaskan, apabila anak-anak muda ikut merantau, sarjana-sarjananya meninggalkan desa, maka di desa hanya ditempati orang-orang tua, yang notabene semangat membangunnya sudah pudar.

"Kapan majunya desa-desa yang ditinggalkan anak-anak mudanya," ucap dia.