SUMENEP, MaduraPost - Pertumbuhan kondisi ekonomi dan serapan tenaga kerja di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur hingga kini masih melambat. Hal itu diketahui dari data yang dirilis melalui website resmi badan pusat statistik (BPS) Sumenep.
Tercatat, tahun 2020 lalu jumlah angka penduduk miskin di Kota Keris mencapai 211,98 jiwa. Sedangkan angka pengangguran terbuka tembus 14,187 jiwa.
Ditengah lambatnya program pengentasan kemiskinan dan pengangguran yang dilakukan pemerintah daerah, masyarakat Sumenep mau tidak mau eksodus ke kota metropolitan demi mendapatkan pekerjaan. Salah satunya dengan membuka toko kelontong di Jakarta dan sekitarnya.
Tak tanggung-tanggung, mereka yang pergi merantau tersebut merupakan anak-anak muda usia produktif, bahkan lulusan sarjana pun juga meninggalkan desanya demi ambil bagian di perantauan.
Ketua Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar menilai, migrasi penduduk usia muda produktif ke kota-kota metropolitan disebabkan minimnya lapangan pekerjaan serta tidak adanya kepastian ekonomi.