SUMENEP, MaduraPost - Pada tanggal 2 April 2021 kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Jawa Timur bersama tim melakukan kunjungan ke Pelabuhan Kalianget.
Kunjungan tersebut untuk melaksanakan pemodelan daerah terdampak bencana tsunami. Hasil pemodelan BMKG, apabila terjadi gempa bumi akibat dari dasar kambing di wilayah selatan Madura yang masih masuk Kabupaten Sumenep, dengan kekuatan maksimum 7,8 magnetudo dan berpotensi tsunami, hal ini akan menyebabkan tinggi air laut bisa mencapai2,8 meter atau lebih dekat ke 3 meter dengan daya tempuh mencapai 4 menit.
"BMKG Jawa Timur itu melakukan pemodelan bencana tsunami. Kebetulan yang terdampak adalah pelabuhan Kalianget dan sekitarnya. Selanjutnya baru dilakukan survei," kata Usman Kholid, saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan selularnya, Rabu (7/4).
Dia menjelaskan, pemodelan tersebut menggunakan peta. Cara kerjanya yakni untuk mengetahui dimana saja daerah terdampak. Sebelum akhirnya diadakan survei ke lokasi terdampak.
"Menurut pemodelan tsunami, wilayah pelabuhan Kalianget adalah tempat yang terdampak," terangnya.