SUMENEP, MaduraPost - Usai melakukan aksi tunggal, anggota Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) malah diciduk polisi. Tanpa alasan yang jelas, usai demo tunggal berlangsung, tim Jokotole Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendatangi sebuah warung kopi yang tak jauh dari Mapolres setempat.
Pantauan MaduraPost di lapangan, sejumlah mahasiswa ikut digelandang polisi, hingga tiga orang diantaranya ikut diamankan ke Mapolres setempat.
Waka Polres Sumenep, Kompol Palma Fitria Fahlevi mengatakan, jika mahasiswa tersebut telah melanggar aturan yang berlaku, yakni tidak diperbolehkan melakukan aksi demonstrasi di hari libur nasional.
"Seperti yang tadi, mahasiswa ini telah menggelar aksi di hari libur nasional, itu tidak diperbolehkan. Kami sudah ingatkan dengan baik-baik, tapi malah tidak didengarkan," ungkapnya, pada awak media, Selasa (1/6).
Ditanya soal diciduknya mahasiswa, Palma menerangkan jika hanya meminta keterangan kepada mahasiswa terkait.