“Asesmennya sangat kompleks, mulai dari computer assisted test hingga diskusi. Karena statusnya Sekda, maka asesmennya juga asesmen kompleks,” ujar Benny, Jumat (6/2).

Ia menambahkan, komposisi panitia seleksi terdiri dari lima orang dengan ketua berasal dari BKD Provinsi Jawa Timur. Sementara anggota lainnya berasal dari BKPSDM Provinsi Jawa Timur serta tiga akademisi, yakni dua dari Universitas Airlangga dan satu dari Universitas Merdeka Malang.

Benny menjelaskan, proses seleksi nantinya akan menghasilkan tiga nama terbaik yang diserahkan kepada pemerintah daerah. Penetapan Sekda definitif sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Sumenep.

“Hasil pansel itu tiga besar, dan selanjutnya menjadi hak bupati untuk menetapkan satu orang dari tiga besar tersebut,” pungkasnya.***