Padahal, profesi ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis atau keberanian bertanya, melainkan juga menyangkut etika, akurasi, keberimbangan, serta komitmen terhadap kebenaran.
Jurnalisme sejatinya adalah kerja intelektual dan moral, bukan sekadar aktivitas teknis yang bisa dijalankan tanpa landasan nilai.
Sebagai jurnalis lepas, saya memahami bahwa tekanan ekonomi, keterbatasan akses, dan minimnya pembinaan sering kali menjadi alasan mengapa praktik jurnalistik berjalan tidak ideal.
Namun, keterbatasan tersebut semestinya tidak dijadikan pembenaran untuk mengabaikan etika profesi.