Ia menilai, perubahan zaman menghadirkan tantangan kebangsaan yang terus bergeser sehingga pemahaman terhadap nilai dasar negara harus selalu diperbarui.

“Seandainya Empat Pilar sudah dijalankan secara utuh, mungkin diskusi seperti ini tak lagi diperlukan. Namun kenyataannya, banyak nilai yang masih berhenti di tataran konsep,” tuturnya menanggapi pertanyaan peserta.

Ahmad Wasil juga menekankan pentingnya ruang-ruang dialog nonformal, seperti diskusi santai di warung kopi, sebagai medium untuk menguji relevansi nilai kebangsaan dalam konteks sosial yang nyata.

“Justru di ruang sederhana itulah nilai kebangsaan diuji. Anak muda perlu bersikap progresif, memiliki inisiatif, dan siap menjadi penggerak perubahan,” jelasnya.

Diskusi tersebut turut didampingi dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, yakni Moh. Fauzi, dan Slamet Hidayat.