Faisal, pengurus Karang Taruna Persada yang berperan sebagai pendamping teknis, menjelaskan bahwa proses penanaman karang dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing jenis karang. Menurutnya, terdapat dua teknik utama yang digunakan dalam kegiatan ini.

“Kami menerapkan metode kabel tip dan metode tatakan. Kedua teknik ini kami kombinasikan karena setiap jenis karang memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda,” kata Faisal, Kamis (11/12/).

Ia menambahkan, pemilihan lokasi penanaman tidak dilakukan secara sembarangan. Area konservasi dipilih dari kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah, di mana sebagian besar terumbu karang telah mati. Kondisi tersebut dinilai ideal sebagai titik awal untuk menghidupkan kembali habitat laut yang rusak.

Pada tahap awal kegiatan, sebanyak 400 bibit karang ditanam menggunakan sepuluh rak khusus, dengan masing-masing rak menampung 40 bibit.