Ketua PC Sumenep" class="inline-tag-link">Fatayat NU Sumenep, Dina Kamilia mengatakan, bahwa pendirian Malate Center merupakan respons organisasi terhadap meningkatnya kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di level komunitas.

“Segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun nonfisik, terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran serius terhadap martabat manusia. Melalui Malate Center, kami ingin memastikan para penyintas mendapatkan pendampingan yang cepat, profesional, dan benar-benar berpihak kepada mereka,” ujarnya dalam sambutannya, Kamis (11/12).

Dalam momentum peresmian itu, tiga institusi Malate Center Sumenep" class="inline-tag-link">Fatayat NU Sumenep, LBH Achmad Madani Putra, dan Sumenep" class="inline-tag-link">LPA Sumenep melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk memperkuat kerja kolaboratif dalam penanganan kasus, baik melalui jalur hukum maupun pendekatan nonlitigasi.

Sementara Ketua LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan, Kamarullah, menekankan pentingnya menjadikan kepentingan korban sebagai acuan utama dalam setiap proses hukum.