Ketua Sumenep" class="inline-tag-link">KPU Sumenep, Nurussyamsi, membuka kegiatan dengan menekankan bahwa sinkronisasi data pemilih merupakan pekerjaan mendasar dalam menjaga kualitas pemilu.

Pemutakhiran data pemilih bukan sekadar angka, tetapi cerminan partisipasi masyarakat dan integritas pemilu. Setiap masukan yang kami terima akan memastikan pemilu mendatang berjalan transparan dan akuntabel,” kata Syamsi belum lama ini, Rabu (10/12).

Pada sesi utama, KPU memaparkan hasil rekapitulasi mutakhir setelah menerima masukan dari Bawaslu. Total pemilih yang tercatat mencapai 883.968 orang, dengan rincian 418.039 laki-laki dan 465.929 perempuan.

Bawaslu juga menyampaikan adanya 36 pemilih tambahan serta 36 pemilih yang masuk kategori tidak memenuhi syarat (TMS), seluruhnya dilampiri bukti yang dinilai valid oleh peserta pleno.