“Nggak ada mama, ini HP-nya dipegang aku. Mama nggak ada,” kata anak itu, sebelum sambungan berakhir.

Perubahan itu memunculkan dugaan bahwa F sengaja menghindari pemberian klarifikasi setelah suara ancamannya viral.

Kepala Desa Galis, Akhmad Syafri Wiarda, juga belum memberikan pernyataan meski telah dihubungi berkali-kali melalui pesan singkat dan sambungan telepon.

Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah desa belum menyampaikan klarifikasi resmi terkait dugaan pemotongan bantuan untuk pembiayaan pembangunan.