“Kami merasa tertekan. Masa bantuan yang kami terima harus dipotong dengan alasan mau bangun kamar mandi dan jalan? Itu kan tugas pemerintah desa, bukan pakai uang bantuan,” ujar seorang warga yang meminta anonimitas.
Warga lain menyebut praktik itu telah berlangsung lama dan membuat sebagian penerima manfaat tidak berani mempertanyakan.
MaduraPost mencoba mengonfirmasi F untuk menjelaskan isi rekaman tersebut. Pada awal panggilan telepon, F sempat menjawab dengan singkat:
“Halo, iya benar,” ucap suara perempuan yang diyakini F.
Namun beberapa detik kemudian, suara di ujung telepon berubah menjadi suara anak kecil yang mengaku sedang memegang ponsel ibunya.