Sementara itu, Kepala Desa Galis, Akhmad Syafri Wiarda, juga belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi beberapa kali untuk dimintai keterangan.

Pesan singkat dan panggilan telepon yang dikirimkan wartawan tidak mendapat respons hingga berita ini diturunkan.

Ketidakhadiran klarifikasi dari kedua pihak memperpanjang tanda tanya publik terhadap praktik penyaluran bantuan sosial di Desa Galis, terlebih setelah sejumlah warga mengaku takut kehilangan haknya jika tidak mengikuti arahan F dalam voice note tersebut.***