Menurut Kampoi, survei dilakukan dengan mengirimkan gelombang suara dari permukaan laut yang kemudian dipantulkan kembali oleh lapisan batuan di bawah dasar laut.
Hasil pantulan itu direkam dan diolah menjadi gambar tiga dimensi yang memperlihatkan struktur geologi secara mendalam.
“Kalau diibaratkan, ini seperti rontgen bumi. Bedanya, yang kami gunakan bukan sinar, tapi gelombang bunyi. Dari pantulan itu bisa terlihat susunan lapisan batuan dan indikasi sumber daya yang tersimpan di bawah permukaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, teknologi yang digunakan kini telah mengalami kemajuan besar dibanding metode konvensional.