Selain itu, 22 tempat ibadah, 7 sarana pendidikan, serta 2 fasilitas umum juga terdampak. Total kerusakan mencapai 406 unit bangunan.

Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laili Maulidy menjelaskan, keterlambatan distribusi disebabkan asesmen yang belum rampung.

“Hampir semua memang bantuannya belum tersalurkan, sebab masih kami data. Hanya sebagian yang sudah disalurkan,” katanya pada MaduraPost.

“Ada rumah dilaporkan rusak berat ternyata hanya ringan, bahkan sebaliknya. Karena itu harus dilakukan asesmen agar kerusakan yang sebenarnya benar-benar teridentifikasi,” imbuhnya.

Di samping itu, Sumenep" class="inline-tag-link">Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta warga terdampak tetap tenang. Menurutnya, pemerintah masih berfokus pada tahap pendataan sebelum menyalurkan bantuan secara menyeluruh.