Bendi menambahkan, kehadiran sekolah rakyat merupakan langkah nyata pemerintah dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh pendidikan yang layak. “Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumenep,” jelasnya.

Sekolah Rakyat menerapkan sistem Multi-Entry Multi-Exit (MEME), yakni pendekatan pembelajaran yang memadukan teori dengan praktik kehidupan sehari-hari.

Kegiatan siswa dimulai sejak pukul 03.30 WIB dengan salat tahajud, subuh berjamaah, mengaji, dan senam pagi. Setelah sarapan, mereka mengikuti pelajaran formal hingga pukul 14.00 WIB.

Pada sore hingga malam hari, siswa mengikuti beragam kegiatan ekstrakurikuler, pelajaran tambahan, refleksi, dan wajib tidur pada pukul 21.00 WIB. Sistem asrama menyediakan makan tiga kali sehari dengan tambahan dua kali snack.