FGD kali ini mengangkat tema “Refleksi 1998 dalam Aksi Demonstrasi Agustus 2025: Suara Rakyat atau Manuver Elit”.

Selain Bakesbangpol, sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Hidayaturrahman selaku pengamat politik, Ahmad Yazid dari Komisi III Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, Sumenep" class="inline-tag-link">Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, jurnalis lokal Moh. Busri, serta aktivis muda Abdul Mahmud dan Dimas Wahyu Abdillah.

Dalam forum tersebut, Edy menekankan perlunya membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan warga. Menurutnya, pola komunikasi yang baik dapat memperkuat implementasi kebijakan sekaligus menghindarkan daerah dari potensi konflik sosial.

“Upaya menjaga stabilitas daerah bisa ditempuh dengan memperluas ruang dialog antara pemerintah dengan masyarakat. Dengan begitu, kebijakan lebih tepat sasaran, potensi konflik bisa ditekan, dan kepercayaan publik tetap terjaga,” pungkasnya.***