SUMENEP, MaduraPost - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menegaskan keseriusannya dalam membuka jalur komunikasi dengan masyarakat, terutama kalangan mahasiswa.

Komitmen tersebut tampak ketika pihak Bakesbangpol hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Wiraraja Madura.

Sekretaris Sumenep" class="inline-tag-link">Bakesbangpol Sumenep, Edy Suprayitno, menuturkan bahwa pemerintah daerah selalu memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan ide maupun kritik.

Menurut Edy, berbagai kanal bisa dimanfaatkan warga dalam menyalurkan pendapat, mulai dari forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), diskusi publik di instansi pemerintah, hingga mekanisme penyampaian aspirasi secara langsung.

“Dalam forum FGD itu saya sampaikan bahwa posisi pemerintah daerah dalam menanggapi aspirasi publik sangat penting. Pemerintah adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat, memahami persoalan lokal, sekaligus berperan sebagai fasilitator dialog, pendengar, pengambil kebijakan, pelaksana program, pengawas, dan juga evaluator,” jelas Edy, Selasa (23/9).