Namun, rencana itu bergeser menjadi audiensi resmi. Pertemuan dihadiri sekitar 18 anggota dewan, termasuk pimpinan fraksi serta unsur ketua dan wakil ketua DPRD.

Dalam forum itu, Ardi menegaskan bahwa AMS membawa aspirasi rakyat terkait persoalan lokal maupun isu nasional. Ia menyoroti semakin besarnya keresahan publik akibat praktik politisasi oleh pejabat.

“Kami datang bukan untuk gaduh, tapi menyampaikan suara rakyat. Wakil rakyat seharusnya hadir menjawab persoalan, bukan menghindar,” tegasnya.***