“Prinsip seperti gotong royong, keadilan sosial, dan semangat persatuan adalah fondasi utama yang perlu terus dijaga, terlebih di era digital yang penuh tantangan seperti saat ini,” ujar Faishol, Senin (30/6).
Ia juga menyinggung berbagai persoalan kebangsaan yang mengemuka saat ini, seperti meningkatnya sikap intoleransi, maraknya hoaks, dan menurunnya kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai luhur bangsa.
“Semua itu menjadi ancaman nyata terhadap integritas bangsa. Kita juga harus waspada terhadap ideologi asing yang bertentangan dengan jati diri Indonesia, serta bahaya ujaran kebencian dan fanatisme sempit yang bisa memecah belah persatuan,” tegasnya.
Sementara itu, Khoirus Sholeh menyampaikan bahwa lahirnya Empat Pilar Kebangsaan merupakan hasil refleksi panjang dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.