Hari ini, sebanyak enam anggota tim dari Sumenep" class="inline-tag-link">Polres Sumenep dikabarkan telah tiba di Pulau Kangean untuk melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para korban.
"Hari ini sudah dilakukan pemeriksaan awal terhadap empat orang korban. Besok pemeriksaan akan dilanjutkan terhadap korban lainnya," ujar Salamet dalam pernyataan tertulisnya kepada media, Selasa (10/6).
Salamet juga mengungkapkan rasa geram dan keprihatinannya terhadap peristiwa tersebut. Ia menyebut tindakan yang dilakukan ustaz Sahnan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah keagamaan dan pendidikan.
"Seorang pengasuh atau guru seharusnya menjadi pelindung dan panutan moral bagi santri-santrinya. Tapi apa yang dilakukan oleh dia adalah kebiadaban. Ia justru menjadi predator seksual yang menghancurkan masa depan dan kepercayaan anak-anak didiknya," tegasnya.
Menurut Salamet, kasus ini tidak hanya melukai para korban secara fisik dan psikis, tetapi juga mencoreng nilai-nilai luhur lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi ruang aman dan bermartabat bagi generasi muda.