“Yang kita bahas di sini bukan sekadar deretan angka, melainkan dasar dari arah kebijakan. Data yang presisi akan menunjukkan titik-titik rawan kesehatan yang butuh penanganan. Ini adalah cara kita mengantisipasi kemungkinan krisis kesehatan sebelum terjadi,” ucap Ellya, Selasa (27/5).

Forum ini menjadi wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Para kepala puskesmas, dokter, bidan koordinator, perawat koordinator, serta petugas surveilans dan imunisasi dari desa maupun pondok pesantren turut hadir untuk merumuskan strategi bersama.

Peserta diajak mengevaluasi capaian program selama tahun 2024, mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi, serta merancang pendekatan baru untuk menyongsong tantangan di tahun mendatang.