Konsep Koperasi Merah Putih sendiri dirancang untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Sektor-sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi fokus utama. Tiap desa diharapkan mampu mengembangkan koperasi sesuai dengan karakteristik dan kekayaan sumber daya alamnya masing-masing.
Selain membantu pembentukan struktur koperasi, tim pendamping juga berperan dalam penyusunan rencana usaha dan perumusan strategi pemberdayaan warga.
Anwar menegaskan, bahwa koperasi ini tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, melainkan harus menjadi entitas ekonomi yang benar-benar hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.
Terkait pendanaan, Anwar mengungkapkan, bahwa pemerintah pusat berencana memberikan dukungan dana antara Rp3 hingga Rp5 miliar untuk setiap koperasi.