Tano juga mengkritik minimnya keaktifan petugas lapangan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam melakukan langkah-langkah antisipatif.

“Dulu waktu masih ada Pak Samsul, begitu ada tumpukan sampah di aliran air, beliau langsung turun. Sekarang malah seperti bergaya atasan, padahal tugasnya di lapangan. Petugas UPT seharusnya segera bergerak kalau ada potensi penyumbatan,” katanya dengan nada tegas.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Ach. Laili Maulidy mengungkapkan, bahwa hingga malam hari pihaknya masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan evaluasi dampak banjir.

“Tim kami masih melanjutkan proses assessment di sejumlah titik terdampak,” ujar Laili kepada awak media pada pukul 20.39 WIB, Selasa (13/5) malam.

Untuk diketahui, hujan deras yang mengguyur Sumenep tak hanya memicu genangan di wilayah Kecamatan Kota, air bah juga meluas hingga ke beberapa kecamatan lainnya.