Menurut Faridl, membiarkan ketimpangan terjadi hanya akan memperkuat budaya kekerasan dalam struktur industri media.

"Bila kita diam terhadap perlakuan semena-mena seperti yang dilakukan CNN Indonesia, bukan tidak mungkin hal yang sama akan menimpa jurnalis lain di masa mendatang," tambahnya.

Cut To Cut telah diputar di lebih dari 30 kota di seluruh Indonesia, menjadi pemicu diskusi dan solidaritas di kalangan jurnalis serta masyarakat luas.

"Walau posisi kita dalam struktur kekuasaan tidak sejajar, bukan berarti kita tak punya kekuatan untuk melawan," ucapnya.

Acara diskusi di Sumenep turut menghadirkan dua narasumber, yakni Moh. Rifai dari Komisi Informasi Kabupaten Sumenep serta Moh. Busri, jurnalis dari Madura Indepth.