SUMENEP, MaduraPost - Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025, masyarakat Sumenep disuguhkan sebuah tayangan dokumenter bertajuk Cut To Cut, yang menyentil nurani publik mengenai nasib tragis para pekerja media yang tersingkirkan oleh sistem yang timpang.

Karya ini digarap oleh Miftah Faridl, eks jurnalis CNN Indonesia, dan dipertontonkan pada Sabtu malam (3/5/2025) dalam sebuah forum yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya di Sumenep.

Film ini tak hanya menampilkan rangkaian kejadian nyata, namun menjadi simbol perlawanan terhadap praktik ketidakadilan yang jamak terjadi dalam ruang redaksi.

Melalui narasi pengalaman pribadi dan kawan-kawannya, Miftah memotret realitas pahit: pemangkasan upah secara sepihak dan pemecatan tanpa kejelasan. Hal ini menjadi inti dari kritik tajam yang disampaikan dalam dokumenter tersebut.

"Kita ini bagian dari kelas pekerja. Jadi, tidak ada alasan untuk merasa rendah saat disebut buruh," ujar Faridl dalam sesi diskusi setelah pemutaran film berlangsung, Sabtu (3/5) malam.