“Misalnya pembangunan jamban. Walaupun sekilas tidak berhubungan dengan stunting, kebiasaan buang air besar sembarangan bisa menyebarkan bakteri berbahaya yang akhirnya berdampak pada kesehatan anak-anak,” terang Ellya.

Pelaksanaan intervensi ini dilakukan secara kolaboratif lintas sektor, menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Sosial, hingga Dinas Pendidikan.

Di sisi lain, intervensi spesifik yang langsung mengatasi faktor-faktor penyebab stunting menjadi fokus utama Dinkes.

“Untuk intervensi spesifik, kami menjalankan berbagai program seperti pemberian makanan tambahan rutin setiap tiga bulan, distribusi vitamin A, hingga pemberian vitamin K untuk bayi baru lahir,” jelasnya.***