SUMENEP, MaduraPost - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mengukuhkan komitmennya untuk menurunkan prevalensi stunting di daerahnya.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menciptakan generasi Sumenep yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa mendatang.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah mengungkapkan, bahwa dalam beberapa tahun terakhir, tingkat stunting di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini mengalami penurunan yang cukup mencolok.

“Pada tahun 2021, angka stunting di Sumenep masih sebesar 29 persen. Setahun kemudian, di 2022, turun menjadi 21,6 persen. Kemudian, pada 2023 kembali menurun hingga menyentuh angka 16,7 persen,” kata Ellya, Selasa (29/4).

Meski data resmi untuk tahun 2024 belum sepenuhnya dirilis oleh pemerintah pusat, Ellya optimistis bahwa tren penurunan itu akan terus berlanjut.