“Teman-teman kami di lapangan melaporkan bahwa secara kasat mata sudah ada penurunan. Dengan berbagai program intervensi yang dilakukan, kami berharap angka stunting tahun ini akan terus membaik,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan, pada tahun 2025 mendatang, Bupati Sumenep menargetkan angka stunting bisa ditekan hingga mencapai 10 persen.
Dalam rangka mewujudkan target tersebut, Dinkes P2KB Sumenep mengandalkan dua strategi utama, yaitu melalui intervensi sensitif dan intervensi spesifik.
Intervensi sensitif melibatkan upaya-upaya yang tidak langsung berkaitan dengan aspek medis, namun berkontribusi besar dalam mengurangi faktor risiko stunting, salah satunya dengan memperbaiki sanitasi lingkungan.