Gejala yang ditimbulkan antara lain demam, batuk, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, serta munculnya bercak putih di dinding belakang tenggorokan.

Kepala Puskesmas Kalianget, drg. Susantin mengatakan, bahwa peningkatan kewaspadaan terhadap difteri sangat penting, terutama di lingkungan sekolah.

"Kami terus mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap gejala difteri dan segera mencari pertolongan medis jika menemukan tanda-tandanya," kata Susantin dalam keterangannya pada MaduraPost, Kamis (20/3).

"Salah satu upaya pencegahan utama adalah dengan melengkapi imunisasi DPT pada bayi dan balita, imunisasi DT pada anak usia sekolah, serta TD pada usia reproduktif," jelas Susantin menambahkan.