Yang menarik dalam acara ini, setiap Panwascam diminta untuk membawa pusaka sebagai simbol moral dalam mendukung predikat Sumenep sebagai Kota Keris. Keberadaan Tugu Keris di Sumenep dianggap selaras dengan upaya pelestarian budaya lokal.
“Bawaslu memiliki peran sebagai ujung tombak demokrasi. Dalam setiap penyelenggaraan pemilu, keberadaan kami sangat diperlukan untuk mengawasi seluruh tahapan yang berlangsung,” tegasnya.
Selain sebagai momen evaluasi, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi demokrasi yang bertujuan untuk membagikan pengalaman serta merumuskan langkah-langkah perbaikan ke depan.
Rusydi menekankan, bahwa segala catatan penting dari pelaksanaan pemilu dan pilkada harus dijadikan pembelajaran bagi semua pihak.