Mereka ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anggota dewan yang berada di kantor saat aksi berlangsung.
Koordinator lapangan, Moh. Iskil El Fatih, mengungkapkan bahwa insiden ini dipicu oleh kekecewaan mahasiswa yang merasa diabaikan oleh para wakil rakyat.
“Kami sudah berjam-jam berorasi, tetapi tidak ada satu pun anggota DPRD yang bersedia menemui kami,” ujar Iskil kepada awak media pada Jumat (21/2) siang, di lokasi unjuk rasa.
Lebih lanjut, Iskil menjelaskan, bahwa aksi demonstrasi ini bertujuan untuk mendesak pemerintah agar mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 serta melakukan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kebijakan tersebut belum memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan aspek efektivitas, transparansi, dan dampak dari program tersebut terhadap kesejahteraan publik.