BA pun memegang leher SU, namun RA (adik pelaku) segera melerai dengan memeluk tubuh BA agar tidak terjadi perkelahian.

"Namun, BA memberontak dan berhasil lepas dari pegangan RA yang terjatuh. BA pun mengejar SU, menarik bajunya, dan SU kemudian berusaha melepaskan diri. Setelah berhasil, SU mengambil celurit yang disembunyikan di samping kiri bajunya dan langsung menebas perut dan tubuh BA sebanyak dua kali, menyebabkan korban terjatuh," ujar Plt Humas Sumenep" class="inline-tag-link">Polres Sumenep, AKP Widiarti S, dalam konferensi pers, Jumat (24/1) siang.

RA yang berusaha membantu BA malah diancam oleh SU dengan celurit tersebut, membuatnya ketakutan dan segera lari untuk memberitahukan keluarga BA.

Keluarga korban kemudian datang dan membawa BA ke Puskesmas Sapeken. Sementara itu, SU pulang ke rumah bersama adiknya.

Polsek Sapeken segera bergerak menuju lokasi kejadian setelah mendapat laporan dan mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut.