Selain menjadi penyemangat, program insentif ini dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap para guru non-PNS yang berperan penting dalam pembangunan pendidikan daerah.

Terpisah, Ibnu Satyono, salah satu guru non-PNS yang telah menerima insentif ini, menyambut baik kebijakan tersebut.

Ia merasa bahwa kebijakan ini adalah bentuk apresiasi nyata bagi guru non-PNS yang sering kali bekerja dengan keterbatasan.

“Bantuan dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Fauzi, memberi kami semangat baru. Dukungan ini membuat kami merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi murid-murid kami,” tandasnya.***