SUMENEP, MaduraPost - Sebuah surat yang diduga bodong, dikirim oleh Kantor Cabang BTN+Bangkalan" class="inline-tag-link">BTN Bangkalan, menghebohkan sejumlah media karena mencantumkan nama besar Ramon Armando, Corporate Secretary Division PT BTN (PERSERO) Tbk, sebagai pengirim.

Namun, kejanggalan dalam surat tersebut membuat publik meragukan keabsahannya.

Holding statement yang seharusnya menjadi dokumen penting dalam menangani isu krisis, seperti masalah KPR Subsidi di BTN+Sumenep" class="inline-tag-link">KCP BTN+Sumenep" class="inline-tag-link">BTN Sumenep dan KC BTN+Bangkalan" class="inline-tag-link">BTN Bangkalan, justru tidak mematuhi standar administrasi yang berlaku.

Surat tersebut tidak memiliki cap atau tanda tangan resmi, dan dikirim melalui email pribadi yang tidak mencerminkan email institusi resmi BTN.

"Nama Ramon Armando, yang berperan penting dalam divisi sekretaris korporat BTN, seharusnya menjadi jaminan bahwa setiap dokumen yang dikeluarkan memiliki keabsahan," ucap Pakar Keuangan Lokal, Khairul Kalam pada media ini, Sabtu (7/9).