SUMENEP, MaduraPost - Produksi garam di Indonesia kini menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.
Perubahan pola cuaca yang tidak stabil telah mengganggu musim kemarau, periode yang biasanya menjadi puncak produksi garam.
Musim kemarau yang biasanya panjang dan kering kini sering terganggu oleh hujan yang datang tiba-tiba.
Situasi ini sangat mempengaruhi proses produksi garam karena hujan dapat mencairkan kristal garam yang sedang terbentuk.
Humas PT Garam Madura, Miftahol Arifin menyatakan, bahwa fenomena ini disebabkan oleh aktivitas gelombang Rossby dan arus balik Samudra Hindia yang disebut arus Kevin, sebagaimana diinformasikan oleh BMKG.