"Bukan saya yang menggunakan uang pinjaman itu, melainkan pejabat ini. Pejabat ini adalah saudara saya sendiri. Ceritanya, saya bekerja di perusahaan milik saudara saya ini. Dan, saudara saya yang pejabat ini meminjam nama saya untuk syarat mengambil uang kredit makro di Sumenep" class="inline-tag-link">BNI Cabang Sumenep," paparnya.

Sementara itu, Manajer KCP BNI Sumenep, Elliyus, menolak memberikan konfirmasi saat dihubungi wartawan.

"Kami di sini cabang pembantu, kami konfirmasikan dulu ke cabang," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Pimpinan BNI Cabang Pamekasan, Eri Prihartono, juga menolak memberikan komentar dan tidak merespons panggilan telepon dari pewarta.

Keengganan para petinggi bank untuk memberikan keterangan ini menimbulkan kecurigaan publik terhadap kemungkinan adanya praktik tidak etis di balik layar.