SUMENEP, MaduraPost - Dugaan manipulasi kredit di Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI Sumenep Madura, Jawa Timur, memicu kehebohan setelah seorang nasabah mengaku menjadi korban skandal tersebut.

Meskipun demikian, para petinggi bank memilih bungkam terkait isu ini.

Seorang nasabah yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa ia dipaksa menjual aset pribadinya untuk melunasi kredit yang tidak pernah ia gunakan.

"Ini yang bikin bingung, BNI kok nyuruh saya jual tanah, sementara harga tanah jikapun dijual masih kurang untuk melunasi angsuran tersebut," ujar pada MaduraPost, Jumat (19/7).

Korban menceritakan bahwa pada tahun 2014, ia diminta oleh seorang pejabat di Sumenep untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp1,5 miliar di BNI.