Ketidakmauan pihak bank untuk memberikan penjelasan hanya memperkuat dugaan adanya praktik tidak etis di balik layar.

Masyarakat berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini dan memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan.

"Ini yang bikin bingung, BNI kok nyuruh saya jual tanah, sementara harga tanah jikapun dijual masih kurang untuk melunasi angsuran tersebut," kata Mister X alias korban dalam keterangannya pada media belum lama ini.

Diberitakan sebelumnya, korban manipulasi kredit macet miliaran rupiah di Sumenep" class="inline-tag-link">BNI Cabang Sumenep itu menceritakan secara detail asal muasal bagaimana insiden ini dialami dirinya.

Bermula saat Mister X yang dipakai namanya oleh seorang pejabat di Sumenep untuk melakukan pinjaman dana di BNI setempat pada tahun 2014 silam.