Ia merasa bingung karena tidak tahu menahu tentang komitmen pejabat tersebut dengan pihak Sumenep" class="inline-tag-link">BNI Sumenep terkait pinjaman dana tersebut.

"Saat itu saya merasa serba salah. Di satu sisi, pejabat itu adalah saudara saya dan saat itu saya bekerja di perusahaannya. Jadi, mau tidak mau saya harus mengikuti keinginannya," katanya mengungkapkan.

Setibanya di Kantor Cabang Sumenep" class="inline-tag-link">BNI Sumenep, ia mengaku pihak bank sudah mengetahui tentang dirinya yang mengajukan pinjaman dan menunjukkan jaminan berupa tanah.

"Beberapa hari kemudian, saya mengambil uang pinjaman sebesar Rp1 miliar bersama sopir atasan saya. Uang tersebut saya berikan kepada istri atasan saya, berikut sejumlah surat dan buku tabungan BNI," terangnya.