Setelah beberapa tahun, ia mengaku didatangi oleh pihak BNI Wilayah Jawa Timur yang menanyakan terkait pinjaman tersebut. Bahkan, debt collector BNI sempat mendatangi rumahnya.
Ia menegaskan kepada pihak BNI dari Jatim bahwa uang tersebut bukan digunakan olehnya, melainkan oleh pejabat yang masih saudaranya tersebut.
"Saya sangat terkejut saat BNI memberi tahu bahwa pejabat tersebut tidak mengakui bahwa dirinya yang menggunakan uang pinjaman miliaran rupiah tersebut. Bahkan, pejabat itu menuding saya yang menggunakan uang tersebut," paparnya.
"Buat apa saya pinjam uang miliaran rupiah, padahal waktu itu saya masih jadi karyawan," timpalnya lebih lanjut.
Ia meminta BNI untuk mendatangkan pejabat dan istrinya untuk memberikan kesaksian terkait dana pinjaman tersebut agar masalah ini cepat selesai.