Salah satunya, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang terbentuk dari berbagai sektor.
"Ada TPPS, yang terdiri lintas sektor. Sebagai wadah koordinasi lintas sektor," kata dr. Ellya Fardasah dalam keterangannya, Senin (6/5).
Baca Juga:Kasus Gagal Ginjal Akut Jadi Isu Nasional, RSUDMA Sumenep Siap Siaga dan Terapkan Hal Ini!
Pihaknya mengungkapkan, untuk data stunting, Dinkes P2KB Sumenep masih mengacu pada tahun 2022 dengan prevalensi 21,6 persen.
Selain itu, sosialisasi soal stunting terus dilakukan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep dengan mengandeng semua stakeholder seperti organsiasi kemasyarakatan, muslimat, fatayat dan lain-lainnya.