"Ketika menjadi viral dan membuat gaduh, saya secara kelembagaan hanya bisa minta maaf, ketika ini dianggap sesuatu yang tidak wajar yang dilakukan oleh penyelenggara. Tapi itu murni untuk hiburan," kata Rafiqi menjelaskan.
Pasca video viral aksi PPK nyawer biduan, pihaknya memastikan jika sudah menegur sejumlah tenaga ad hoc pemilu tersebut.
Rafiqi juga memastikan, bahwa tidak akan ada lagi hiburan di setiap kegiatan yang digelar Sumenep" class="inline-tag-link">KPU Sumenep ke depan.
"Saya pastikan ke depan, setelah ini tidak akan pernah ada hiburan lagi ketika ada rapat kordinasi atau rapat-rapat apapun," tegas Rafiqi.
Menurutnya, dari kejadian tersebut sudah menjadi pembelajaran bagi Sumenep" class="inline-tag-link">KPU Sumenep agar tidak menimbulkan persepsi buruk di kalangan masyarakat.