Seharusnya, kata Noris, jika anggaran program Santri Interprenuer itu sudah dibelikan sebuah barang harus ada wujudnya.
"Tentunya bisa dong kita melihat sekarang, atau paling tidak melibatkan legislatif untuk kroscek ke dalam. Tapi nyatanya apa? tidak ada," kata Noris mengungkapkan.
Di tempat yang sama, Kepala sumenep" class="inline-tag-link">Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, merespon apa yang menjadi tuntutan mahasiswa, salah satunya soal program Santri Interprenuer yang dinilai sebagai program 'Siluman'.
"Evaluasi terhadap wirausaha santri, mulai saya duduk di tahun 2022 sampai sekarang kami laksanakan, alhamdulillah proses pelaksanaannya berjalan dengan lancar," kata Iksan menjelaskan.
Pihaknya mengatakan, bahwa dinas terkait selalu memantau bagaimana para peserta yang di didik dalam program Santri Interprenuer tersebut bisa mandiri.