Informasi yang di dapat media ini, oknum pegawai Sumenep" class="inline-tag-link">BRI Cabang Sumenep tersebut berinisial A. Hal itu diungkap oleh Kepala Desa (Kades) Kerta Timur, Untung Wahyudiyono.
Secara gamblang, Kades Untung sapaan akrabnya, menceritakan kronologi singkat dari awal penipuan program KUR BRI itu terjadi.
Kronologi penipuan yang mengatasnamakan bantuan dana KUR ini dijelaskan Kades Untung sangat meresahkan masyarakatnya kala itu.
Pihaknya menyebut, apabila A adalah warga asli Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk. Desa ini masih se-perbatasan dengan Desa Kerta Timur.
"Awalnya begini, masyarakat awal pinjam KUR masih biasa (nyetornya masih normal, red). Misalnya, tiap bulannya Rp500 ribu, itu tetap dengan nominal segitu. Cuman, untuk pembayarannya itu dijemput oleh petugas BRI bukan datang ke bank," kata Untung saat dikonfirmasi media melalui sambungan teleponnya, Senin (23/10) kemarin.